Cara Menghabiskan 24 Jam di Nusa Penida, Bali

Selama beberapa tahun terakhir, pulau kecil Nusa Penida yang indah di lepas pantai Bali telah menjadi pelarian yang memikat dari denyut nadi turis yang meningkat dan kerumunan yang meluap. Dari pantai eksotis hingga pengalaman lokal, baca panduan kami tentang cara menghabiskan 24 jam di sini.

Sore: Naik perahu ke Nusa Penida

Perahu ke Nusa Penida biasanya berangkat dari Sanur beberapa kali sehari, tergantung pada operator. Dibutuhkan sekitar 30 menit untuk mencapai pulau dari pelabuhan di Sanur. Mengambil perjalanan sore akan ideal untuk mendapatkan yang terbaik dari 24 jam Anda, karena Anda akan bepergian di siang hari dan memiliki waktu yang lebih baik untuk memblokir semua hal penting – matahari terbenam, pasar pagi hari, dan lebih banyak petualangan.

Sore: Kunjungi sudut pandang Pantai Kelingking

Dari pelabuhan di Nusa Penida, Pantai Kelingking berjarak kurang dari satu jam berkendara. Selain itu, akan lebih baik untuk memulai dengan titik yang telah menjadi ikon pulau, dengan tebing T-Rex yang terkenal dan ceruk rahasia yang menakjubkan. Anda dapat turun ke pantai berpasir putih yang mengundang atau puas dengan pemandangan indah dari atas tebing.

Saksikan matahari terbenam di Crystal Beach

Anda hanya mendapatkan satu matahari terbenam di pulau eksotis ini, jadi berhitunglah. Crystal Beach berharga untuk pemandangan bawah laut yang semarak, hanya disandingkan dengan pemandangan di atas permukaan. Anda bisa berpetualang di atas air sambil menunggu matahari terbenam atau bersantai dan menikmati pasir putih yang lembut sambil menikmati minuman kelapa. Saat matahari terbenam, Anda dapat melihat semburan bayangan warna pada batu-batu kapur Crystal Beach yang ikonik dan memantul dari permukaan laut.

Malam: Makan malam dengan cara lokal

Saat Anda berada di pulau kecil yang eksotis ini, nikmati makan malam seafood yang lezat. Pergi ke warung terdekat untuk mendapatkan hasil bumi yang baru ditangkap dan bumbu pedas gurih, disiapkan dengan cara penduduk setempat. Pesanlah sepiring nasi untuk segalanya dengan memberi Anda cukup energi untuk petualangan selanjutnya. Begitulah cara orang Indonesia melakukannya.

Pagi hari kedua: Pergi ke pasar

Lebih dari sekadar tempat untuk berdagang, pasar tradisional menawarkan pengalaman lokal otentik yang tidak ingin Anda lewatkan. Dapatkan di sana dan saksikan penduduk setempat dalam keramaian sehari-hari mereka, say hi, beli beberapa suvenir. Pasar juga merupakan tempat yang sangat baik untuk mendapatkan sarapan tradisional yang hangat (dan murah!) Untuk memenuhi kebutuhan Anda sepanjang hari.

Pertengahan pagi: Mengunjungi Air Terjun Peguyangan

Air terjun ini menonjol di sisi tebing megah, dan jatuh langsung ke laut. Peguyangan memang memiliki kolam kecil, tetapi berada di puncak drop, menghadap ke cakrawala. Luar biasa, bukan? Ada juga sebuah kuil air di daerah itu, tempat Anda dapat mengamati (atau bahkan mengambil bagian dalam) ritual pembersihan yang menarik.

Sore: Berkeliling dan melakukan beberapa loncatan di kuil

Menyewa sepeda motor adalah hal yang paling masuk akal untuk dilakukan jika Anda ingin benar-benar melihat dan mengalami pulau itu. Anda dapat mengatur kecepatan dan rencana perjalanan Anda sendiri sesuai dengan minat Anda dan bawa diri Anda berkeliling. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengembara ke bagian paling terpencil di pulau itu, dan sangat menyenangkan untuk melihat ke mana jalan membawa Anda.

Apakah Anda merencanakannya atau tidak, Anda pasti akan menemukan kuil-kuil indah saat menjelajahi pulau. Lagipula, Nusa Penida seperti perpanjangan yang disayangi ke Bali, ‘tanah seribu kuil’. Sama seperti di Bali, Anda akan melihat kuil-kuil Hindu dengan arsitektur tradisional berornamen, persembahan penuh warna, ukiran berukir, dan ritual sehari-hari.

Sore: Kembali ke daratan Bali

Perjalanan Anda harus memuncak di pelabuhan Nusa Penida, di mana kapal cepat akan membawa Anda kembali ke Sanur, Bali. Tapi tidak resah, perjalanan kembali itu sendiri merupakan petualangan. Pemandangan indah masih tampak saat Anda berlayar jauh dari pulau seolah mengucapkan selamat tinggal, dan itu keren jika Anda ingin kembali beberapa waktu kemudian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *